Selasa, 02 Februari 2016

Aku (mungkin) mencintaimu



2 Februari 2016
 
Cinta. Kapan kamu tau kamu telah jatuh cinta? Berkali-kali aku menanyakan hal yang sama ke banyak orang yang berbeda. Gak ada jawaban pasti. Gak ada. Karena itu, aku juga gak yakin
“Mbak, mungkinkah benar, kalau sebagian orang menyadari keberadaan cinta ketika cinta itu pergi?” beberapa hari lalu ‘adek’ aku bertanya demikian.
Entahlah. Aku juga gak tau
Adakah perasaan ini cinta atau hanya kesepian belaka. Ataukah kesepian adalah bagian dari cinta itu sendiri.
Adakah perasaan nyaman itu hanya sekedar kenyamanan sebagai sahabat ataukah perasaan itu membuatmu menjadi seolah rumahku
Adakah aku mencarimu untuk melarikan diri dari diriku sendiri, ataukah aku mencarimu untuk kembali menemukanmu
Entahlah
Ada. Ada satu waktu di mana aku benar benar yakin akan perasaan ku. Ada satu waktu di mana aku yakin itu adalah cinta.
Meski aku tidak yakin apakah perasaan itu masih sama setelah 8 tahun.
Saat itu adalah kali pertama aku benar benar merindukan seseorang, mengkhawatirkan seseorang, melakukan hal-hal konyol karena seseorang, dan merasa sangat bahagia melihat seseorang walau dari kejauhan.
Orang itu ... aku mencintai dia untuk waktu yang sangat lama walau gak sekalipun aku pernah berani untuk sekedar menyapa, apalagi lebih. Hahahahaha
Semasa sekolah dulu (kuliah gak termasuk), aku gak benar benar punya teman. Karena itu, sebenarnya aku gak benar benar punya alasan utuk hadir di acara semacam reuni. Tapi aku datang. Hanya untuk. Melihat dia dari kejauhan.
Acara reuni terakhir, tahun lalu, aku masih sama. Terlalu bahagia melihat dia setelah sekian lama. Keringat dingin dan hampir menangis bahagia adalah hal biasa.
Tahun ini, entah. Adakah aku masih sama. Sebenarnya, ingin kembali memastikan. Sayangnya, kemungkinan tahun ini gak akan ada kesempatan untuk demikian.

“Do not love when you are lonely. Love when you are ready”

Adakah aku masih sama. Adakah hatiku sejatinya sudah kembali mencinta.
Entah.
Adakah aku memimpikannya hanya karena menyesal melewatkannya, ataukah karena sungguh mencintainya.
Entah.
Karena itu, hingga aku benar-benar yakin tentang perasaanku, aku hanya akan berada di sini.
Terdengar pengecut, ya?
Aku hanya enggan bermain hati ...
Jangan ada lagi yang terluka, walau sedikit ...

We have our own beauty. Every single of us.

28 Januari 2016

Source : Webtoon, Smile Brush
None of us are completely black, neither completely white.
This matter has always been lingering on my thought for years, and it gets stronger lately, since I had a chance of talking to you, 2 days ago. ‘everyone hates him’, that was your excuse ... the only thing I can say was ‘none of us are completely black, neither completely white’. It depends on which side you choose to see, which side you choose to banish. Every person has their own colors of self ... that’s what i believe. As for me, it explains how a person at the same time have both haters and lovers.
Do you think it is fair for you to be judged as a person who lingers with darkness, while you have those yellow, white, pink, blue, violet side, just because the refuse to see those colorful side of yours?
Take a step closer, take a deeper look, even just for a while. Cast away all of your prejudice, for not all of your prejudice is true. You’ll see ... everyone has their own beauty.
This whole life of yours, are not even sufficient enough for you to understand yourself. How could you be so confident to say that you have a good understanding about someone else? Time grinds all. Things rots and change, so does human. That’s why, even if you have spend your whole life with someone, you will always find new things about him, and it makes life become more interesting, isn’t it?