Jumat, 29 April 2016

Menyongsong 2 Mei



29 April 2016
Menyongsong 2 Mei

“Gadjah Mada sedang tidak baik baik saja
Bahwa sesungguhnya pergerakan mahasiswa bukan berarti perlawanan
Bukan sebuah bentuk kebencian terhadap rektorat
Satu satunya yang kami benci adalah penindasan
Kepalsuan
Pencitraan
Pembredelan
Bahwa pergerakan mahasiswa ini adalah wujud nyata kecintaan yang luar biasa terhadap almamater nya,
Menginginkan perubahan menuju perbaikan”

Dan hal hal seperti ini benar benar exciting
Senang bertemu kalian, berada di antara kalian, menemukan kalian, kawan kawan seperjuangan
Kawan kawan seperjuangan yang betul betul memahami
Bahwa hati nurani, kebenaran, kejujuran, dan kehormatan
Adalah sungguh barang mewah yang tidak bisa ditukar dengan apapun
Semangat berjuang, kawan
Semoga kita selalu diteguhkan

(Ijinkan) Aku Kembali



22 April 2016
(Ijinkan) Aku Kembali

“Sejauh apapun aku pergi, aku selalu tau rumah aku harus kembali”
Bukankah aku pernah berjanji?
Maaf, aku memang tidak bisa selalu di sini
Maaf aku pernah pergi untuk beberapa saat
Tapi janji itu, aku selalu mencoba menepatinya
Hingga saat ini, aku selalu mencoba kembali
Selalu
Tidak bisa kah kau melihatku?

Seperti katamu, kita keluarga
Status kita sama,
Tuan rumah
Karena itu, berhenti menahan pintu, ku mohon
Ijinkan aku kembali
Ijinkan aku kembali

Aku Sungguh (Tidak) Menyukaimu



22 April 2016
Aku Sungguh (Tidak) Menyukaimu

Manusia
“Manusia adalah hewan yang bodoh”
Hewan
Bodoh
Setidaknya hewan tidak gemar bermain peran
Wajah mereka
Hanya wajah mereka yang sesungguhnya yang ditunjukkan
Ya,
Karena mereka tidak punya wajah lain
Entah karena mereka terlalu naif, entah manusia yang terlalu picik ...
Menghianati kawan, berlindung kepada lawan yang dikira kawan
Hah
Avarice
Avarice
Kau lepaskan pula lah
Avarice
Puas?
Kenyang?
Sekali-kali tidak
Avarice mu itu, dia akan memakan ku, keluarga, dewa,
Dan kau
Sang majikan
Akan menjadi dessert yang teramat manis
Selamat ya