21 Maret 2016
“Angin yang berhembus, tidak akan
pernah kembali”
Tapi pada kenyataannya, hidupku terus
berputar di 8 tahun lalu
Terus berputar
Sejauh apapun aku mencoba pergi,
Aku hanya tersesat,
Kemudian kembali ke titik ini
Titik di mana aku mencintaimu
Sangat mencintaimu
Aku kira aku akan segera membaik,
Segera setelah kita sungguh terpaut
jarak
Jarak yang tidak pernah mampu aku
persingkat,
Meski kau ada tepat di hadapan ku
Tapi pada nyatanya,
Aku runtuh
Runtuh di hadapanmu
Kamu tau ...
Kemarin, takdir memainkan candaannya
padaku
Iya, dia pasti benar-benar bercanda,
Kau
kau muncul di hadapanku
ah,
dia sungguh, sangat menyerupaimu
Runtuh,
Aku runtuh
PS : jika di kehidupan ini kau sungguh
luput dariku, aku berharap, diriku di kehidupan lain tengah merengkuh hatimu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar